VirnSky89 "Beta Tester"

 
Clip MusiC
Unek -Unek
Yoo... try out udah selese, dan akhirnya aq lulus hehehe... walaupun nilainya g bagus hiks... yah walopun gt sukur aja dh, bearti aq da pengingkatan --;
ShoutBoX

Our Time
Calender

Free Blog Content

Membangun Kepribadian Islam
Senin, 21 Januari 2008

SETIAP manusia mempunyai banyak identitas personal yang membedakannya dengan yg lainnya, misalnya: nama, tempat, tanggal kelahiran, kebangsaan, suku, wajah, pekerjaan, jabatan, kekayaan, hobi, dsb.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah identitas seperti ini menunjukkan hakikat atau esensi pribadi seseorang? Misalnya apakah laki-laki berwajah ganteng lebih mulia dari pada laki-laki yang memiliki wajah sederhana?

juga, apakah orang kaya seperti Bob Hasan, Tomy Soeharto yang kaya raya (karena kekayaannya) lebih tinggi mulia dibanding pak Udin yang berjualan sate di pinggir jalan?

atau pejabat tinggi negara yang dilengkapi dengan fasilitas lebih mulia dibandingkan seorang rakyat jelata atau miskin yang sulit memenuhi kebutuhan hidupnya?

Semua identitas yang disebutkan tadi jelas bukanlah ukuran hakiki atau benar yang menentukan tinggi rendahnya kualitas pribadi seseorang.

Sesungguhnya, raut wajah, warna kulit, pakaian penampilan fisik lainnya hanyalah performance atau assesoris dimana manusia hanya bisa menerima pemberian dari Allah semata yang memang tidak dapat diubah dan tidak bias kita tolak.

Maka, jika dikatakan orang berkulit putih lebih baik atas kulit hitam, atau yang ganteng lebih baik atas yang berwajah sederhana, alangkah malangnya mereka yang berkulit hitam dan berwajah jelek. Tentu anggapan ini tidak adil dan tidak masuk akal.

Namun demikian, berbagai identitas tadi sering membuat manusia keliru dalam menilai kualitas kepribadian seseorang. Karena itu sejak awal Islam memberi peringatan agar kita tidak menggunakan tolok ukur yang keliru dalam menilai kemuliaan manusia.

"Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka (berarti bahwa) Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka?Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.

" (QS. Al-Mu'minun:55-56) Ayat di atas dengan jelas menafikan penilaian bahwa koleksi harta dan anak-anak sebagai tolok ukur kebaikan dan kedekatan pemiliknya dengan Allah. Nah, jika demikian, tolok ukur apakah yang pas untuk menilai ketinggian kepribadian seseorang?

Kepribadian menurut Dr. Ibrahim Anis (1972) dalam kitab Al Mu'jam Al Wasith (hal 475) diartikan secara bahasa: "shifaatun tumayyizu al-syakhsha min ghairihi" (sifat atau karakter yang membedakan seseorang dengan yang lainnya).

Menurut Taqiyuddin An-Nabhani (Nizahmul Islam), tolok ukur yang tepat untuk menilai kualitas pribadi seseorang adalah perilaku (suluk) sehari-hari seseorang dalam berbagai interaksi di tengah masyarakat.

Yang dimaksud perilaku adalah apa yang dilakukan manusia untuk memuaskan segala kebutuhan atau keinginannya, baik kebutuhan jasmani maupun nalurinya.

Karena tidak ada satu pun perbuatan manusia yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan lain, selain kebutuhan jasmani dan naluri (Muh Husain,Mafahim juz I dan II). Contoh makan untuk penuhi rasa lapar. Tidur untuk memenuhi rasa kantuk. dll

Tapi perlu diingat, bahwa suluk atau perilaku seseorang sangat bergantung pada persepsi terhadap fakta. Baik-buruknya perilaku sangat dipengaruhi cara berpikir seseorang.

Orang yang sadar bahwa dirinya diciptakan hanya untuk mengabdi atau dedikasi hidup kepada Allah, maka ia akan mengatur dirinya sesuai dengan yang diturunkan Allah swt, bukan menurut hawa nafsunya dan seleranya, bahkan meninggalkan apa saja yang menyalahi perintah-Nya.

Dengan demikian, kepribadian seseorang ditentukan atas 2 (dua) hal yaitu 'aqliyah (pola pikir) dan nafsiyyah (kecendrungan atau perilaku)
Dan Allah telah menciptakan akal bagi manusia, dan di dalam tabiat akal diciptakan kemampuan memahami, memilih dan mempertimbangkan.

Setelah terjadi proses pembentukan syakhshiyah Isamiyah, selanjutnya ada beberapa hal yang bisa memperkuat kepribadian:

1. Mengembangkan pola aqliyahatau pola pikir, dengan cara menambah pengetahuan keislaman yaitu tsaqofah Islamiyah. Mempertemukan antara fakta persoalan dengan konsep Islam agar lahir persepsi yang Islami

2. Mengembangkan pola nafsiyah atau sikap dengan jalan taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah) dengan melaksanakan ketaatan , baik dalam ibadah maupun ketaatan yang lainnya seperti menuntut ilmu, menjauhi yang haram.
Prinsip pengembangannya adalah selalu menghubungkan antara kebutuhan jasmani maupun naluri dengan aturan Allah swt.

posted by VirnSky89 "Beta Tester" @ 04:36   0 comments
BULAN BAHASA
Selasa, 23 Oktober 2007


Untuk dapat hasil yang baik diperlukan usaha yang berat

Untuk dapat menghasilkan hasil yang optimal dibutuhkan kerja yang ekstra

Masa depan kita ditentuin dari sekarang, jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang ada, jadilah siswa yang gemar membaca buku - buku pelajaran. Walaupun itu berat kita harus menjalaninya, itu sebagai salah satu tugas sebagai Manusia....

tapi terkadang membaca adalah sesuatu hal yang menyengkan. selain itu...

WE READ And WE KNOW
posted by VirnSky89 "Beta Tester" @ 14:57   0 comments
About Me

Name: Tri Yoga Septianto
Home: Tarakan, Kalimantan Timur paling ujung, Indonesia
About Me: Aq nh School d smasa tarakan (walopun bentar lg lulus, klo lulus). lgi binggung nh mao nerusin d mana? kykx d malang ma ka2k2ku. Yah, tapi SPMB nya nh yng bwt ngeri. Liat dr hsil try out jg g meyakinkan, moga yng bca nh blog doain ye...
See my complete profile
Previous Post
Archives
Links To My Friend
Powered by

Free Blogger Templates

BLOGGER

Counter
© 2005 VirnSky89 "Beta Tester" Template by Isnaini Dot Com